Althofunnissa


Duhai sahabatku, sahabat yang sungguhberartibagiku, hilangkanlah kegelisahan hatimu….
Sahabatku  yang sedang dirundung kegelisahan dan keresahan hati, bahkan mungkin sedang di uji dengan berbagai cobaan hidup yang menurut mu sungguh sangat merisaukan mu  dan sungguh telah membuat gundah hati serta fikiranmu. Aku  sebagai sahabat mu tak mampu berbuat banyak untuk membuatmu bangkit dari keterpurukanmu…Namun aku selalu berusaha untuk menemanimu dengans edikitdo’a, motivasi, sertaharapan yang mudah mudahan senantiasa menyertaimu…
Karena sebagaimana yang engkau ketahui, bahwa aku bukanlah seorang guru yang mampu mendidik murid muridnya dengan baik, bukan pula seorang motivator yang omongannya mampu membangkitkan semangat bagi  siapa saja yang mendengarkannya, apalagi seorangp sikiater yang mampu memahami dan mengerti kejiwaan seseorang.Bukan pula seorang terpercaya yang mampu di dengar nasihatnya, meski ku tau Sebenarnya Nasihat terbaik adalah yang datang dari diri sendiri, namun Aku  hanya seorang sahabatmu yang ingin berbagi dengan mu dan melihat engkau bangkit dari segalakeputusasaan mu, kegelisahanmu, dan  keresahan hati mu.
Inilah kisah hati seorang manusia, hati yang menjadi kendali setiap amal perbuatan manusia, yang menjadi tempat bernaung segala hal yang ada dalam fikiran manusia.
Ia sangat mudah tersentuh dan sangat mudah pula terpengaruh. Karena ia merupakan kekayaan berharga bagi seorang manusia, dimana ia menjadi tolak ukur kekuatan bagi dirinya ketika  sedang di uji dengan berbagai permasalahan hidup, kesusahan hidup, bahkan kesenangan hidup. Karena di sanalah tempat keimanan seseorang.
Sesungguhnya setiap manusia terlahir dalam keadaan lemah dan sesungguhnya pula bahwa sudah menjadi kodrat manusia adalah sifat mengeluh dan suka tergesagesa. Maka semakin terbuka lebar pula kesempatannya untuk selalu merasa resah dan gelisah. Dalam kaitan ini Allah menjelaskan“ sesungguhnya manusia itu diciptakan bersifat keluhkesah serta kikir , apabila ditimpa kesusahan ia gelisah…..” (Q.S. Al-ma’arij  19-20).
Aku tersenyum untuk sebingkai kasih_Nya, mempertemukan kita dihaluan hari,, tersenyum untuk sebingkai mimpi dan goresan goresan dalam denting jiwa ini..
Tersenyum untuk setiap sua dan jeda yang takan terlupa dan atsmosfer hidup yang mengudara di jantunghati,,,
Ukuwah itu seutuhnya tentang rindu yang membuat selalu tak sabar untuk bertemu, membuat terasa rugi jika tak berbagi, Adalah tentang hati yang terikat…tentang do’a2 yang saling bertaut, ia terasa rumit tuk diungkap namun nyata hanya dalam kata kata sederhana, ..ia begitu dalam untuk diselami karena ia adalah iman yang berupa makna..semoga Allah selalu seantiasa mengikat hati kita .
Dewasalah, karena menjadi tuaitu pasti,sedang menjadi dewasa adalah pilihan. Dan apa yang anda fikirkan hari ini adalah siapa diri anda dimasa mendatang.
HIDUP ITU BUTUH PRESTASI BUKAN HANYA SEKEDAR MENUNGGU MATI
|