Althofunnissa


Ukhti muslimah dimanapun kalian berada…
 ingin kuungkapkan sedikitnya beberapa kata untuk mewakili kegundahan hatiku yang merasa sedih dengan fenomena yang terjadi hari ini, yang tertimpa saudari muslimah kita yang masih Allah berikan beribu ribu kenikmatan. namun masih lalai dengan semua  kenikmatan itu.
 saya berbicara seperti ini bukan merasa baik atau pun paling baik, namun sama sama saling merenungi dan muhasabah diri tentang banyaknya hari hari kita yang terlewatkan dengan sia sia tanpa batas.
Ukhti..
pernahkah engkau renungkan sabda baginda Rasulullah beberapa abad silam? Ketika Rasulullah bersabda kepada kita bahwasanya ‘’ tiada fithnah yang paling besar bagi seorang lelaki adalah wanita.’’ Maka apakah pernah terbesit dalam fikirkan kita dengan apa yang terjadi hari ini? Bukankah banyak fitnah dimana mana, kholwat dengan lawan jenis, baik di dunia maya ataupun ponsel seluler. Apakah kita tidak sadar dengan apa yang kita lakukan? Sedang saudari saudari kita di belahan bumi lainnya hati mereka menjerit, tersiksa, dengan pelecehan  para togut itu? Disini kita hanya membuang buang waktu dengan hal hal yang tidak bermanfaat….
Saudariku yang ku cintai karena-Nya…
 Tidakkah engkau sadari,  ketika engkau berinteraksi dengan lawan jenismu di dunia maya, ataupun segala bentuk interaksi yang menghubungkan kalian dengan makar makar syaithan, ketika seorang pemuda mengatakan kepada kalian ‘’ukh…bolehkan saya melamar anda?’’ kira kira apa yang anda rasakan? Sedih, senang, ataukah deg degan atau bahkan kalian marah dan ingin memberi pelajaran kepada pemuda tersebut?
Saya rasa pastinya sebagai wanita yang normal pasti jantung kalian berdebar kencang sangat mendengarnya, bingung dengan jawaban apa yang kalian akan berikan untuk pemuda tersebut, atau bahkan.. jika kalian (yang memiliki tipe pemberani) bisa jadi menyanggupi saat itu juga ataupun menolaknya secara mentah mentah.
 Ukhti muslimah…dalam masalah ini yang saya ingin bahas bukan masalah menerima atau menolak, disini saya hanya ingin usul kepada kalian agar memarahi pemuda yang seperti itu, dan menjauhinya. Atau bahkan jika kalian pernah menaruh hati kepadanya lebih baik kalian hapus, karena jelas pemuda tersebut tidak baik. karena perlu kalian ketahui, pada dasarnya kalian itu dilecehkan oleh pemuda yang demikian.
 sungguh ….hanya para jandalah yang bisa dilamar tidak langsung pada walinya, apakah kalian rela jika diri kalian yang masih single menyandang status layaknya  janda? Saya yakin pasti tidak akan pernah rela. Karenanya, sekalipun kalian jangan pernah terkecoh dengan sesuatu yang akan membuat kalian hina dimata Allah dan Rasul-Nya…
tiada waktu terlambat untuk berubah…
mulai detik ini setelah kalian membaca ini, saya harap ada perubahan dari diri kalian..entah dengan cara apapun yang menurut kalian itu baik. Apakah kalian rela melihat para setan bergembira dengan apa yang kalian lakukan….segera hapus semua memory yang pernah tersave di dalam benak kalian…
Sadarlah ukhtiku…perbaiki diri. agar senantiasa kelak kalian mendapatkan teman special yang baik. Yang Allah pilihkan khusus bagi siapa saja yang mau menjaga dirinya.
Semoga Allah selalu mendengarkan do’a kita dan memberikan balasan yang terbaik bagi kita yang mampu untuk menjaga diri…dan menjadikan kita menjadi hambanya yamg selalu istiqomah dijalan-Nya.Aamiin…………
| |
Althofunnissa

dalam kesendirianku…..
Aku berjalan seorang diri menyusuri sebuah mimpi…
Aku bergerak seorang diri menuju sebuah harapan…
Aku melangkahkan kaki seorang diri untuk menggapai cita…
Aku menghentakkan kaki seorang diri untuk mencari ilmu…
Aku sendiri dalam menggapai angan…
Semua itu kulakukan sendiri…
Namun, di dalam perjalanan aku tersadar…
Ada sesuatu yang menyadariku…
Aku tersentak, aku terkejut, dan aku terkoyak…
Sebuah hal abstrak mampu menyadariku…
Tak terlogika menurutku…
Aku pelajari satu demi satu…
Pasti ada sebuah makna yang tersirat ucapku…
Tak kusangka, tak kuduga, ternyata mereka adalah…
* Angin,, selalu mengantar kepergianku, hembusannya mampu membuat hatiku terasa sejuk dan seakan diajak terbang melayang. Aku merasa selalu ditemani oleh-Nya…
* Awan,, perubahan warnanya sebagai peringatan bagiku, baik itu peringatan bagus atau buruk. Aku harus siap akan segala hal yang datang dan pergi dalam hidupku…
Angin dan awan, dua hal yang selalu bersama kemanapun dan kapanpun…
Awan terbang tinggi terbawa angin dan angin membawa awan jauh ke langit tertinggi…
Seperti kuku dan daging yang selalu menempel…
Seperti Romeo dan Juliet yang saling mencintai…
Seperti anak kembar yang selalu bersama…
Seperti roda motor yang tidak dapat dipisahkan…
Begitu erat, begitu dekat, dan begitu lekat…
Aku tersentak dengan hal itu. Ternyata di dalam kesendirianku, aku tidak sungguh-sungguh sendiri tetapi ada yang menemani. Bukan orang tua, teman, sahabat maupun kekasih hati…
Tapi, sebuah hal besar yang selalu mengawasi, melindungi, memberi peringatan, mengasihi, dan menyayangi…
Aku tidak benar-benar sendiri…
Aku selalu ditemani…
Aku lega karena aku tidak sendiri, aku bahagia karena selalu dikasihi, aku terharu karena selalu disayangi, dan aku senang karena selalu ditemani…
"dalam kesendirianku"
Kesendirianku di dalam sebuah perjalanan ternyata banyak memberikan pelajaran…
Aku begitu bersyukur karena telah diberikan saat-saat sendiri dalam hidup ini…
Belajar memahami dan mengetahui sesuatu dapat dilakukan dimana dan kapan saja…
Belajar bukan hanya dari makhluk yang bernyawa saja, melainkan juga dari hal-hal yang tak terlogika namun mampu memberi makna mendalam…
Awan dan angin adalah saksi bisu kesendirianku di dalam sebuah perjalanan…
Di dalam kesendirianku…
Aku memaknai segala hal…
| |
Althofunnissa
 
-->

                Wahai saudaraku , apakah engkau pernah memperhatikan pohon kurma? Jika belum  pernah karena memang kurma adalah tumbuhan arab, maka jika suatu saat Allah mengaruniai kita rizki untuk berkunjung kesana, cobalah anda perhatikan pohan kurma itu.
                Rasulullah pernah bersabda berkaitan hal ini; “siapakah diantara kalian yang dapat memberitahuku tentang sebuah pohon yang seperti seorang muslim, yang daunnya tidak rontok, dan ia selalu berbuah setiap musim?”
                Yach, jawabannya adalah pohon kurma. Pohon  kurma itu daunnya tidak pernah rontok, selalu berbuah  pada musim apapun tanpa henti. Buahnya enak rasanya , dan meskipun orang-orang melemparinya dengan batu,tapi ia tetap memberikan buahnya yang ranum.
                Rasulullah menggambarkan pohon kurma  dengan kehidupan seorang muslim tentu hal ini adalah benar. Seorang muslim yang baik tentunya akan memiliki sifat  selalu memberi  tanpa melihat balasan, tanpa harus menyakiti si penerima atau mengungkit-ungkit pemberiannya, persis seperti pohon kurma. Bahkan, dia juga memberi sesuatu kepada orang yang pernah menyakitinya, meski demikian, ia selalu memberi dan tidak pernah bosan untuk memberi.  Dia tidak akan pernah berhenti untuk berinfaq, bersedekah dan memberi nasihat kepada orang lain. Semua perbuatan yang dia lakukan hanya untuk mencari pahala dan balasan dari Allah.
                Pohon kurma , selain juga mempunyai makna selalu memberi, juga bermakna pemaaf dan kurang peduli dengen nasib diri sendiri. Pohon kurma meski ia menjulang tinggi,namun ia tetap menjaga buahnya yang baik di ketinggiannya. Ia tetap memberi meski yang meminta dalah anak kecil atau orang tolol sekalipun.
                Inilah sebabnya banyak manusia yang menyukai pohon ini. Sangat bagus dan utama bagi mereka yang berusaha menyerupai pohon ini dalam hal pemberian, rasa pemaaf dan kesabaran. Jadi , wahai saudaraku marilah kita mencoba memiliki sifat seperti pohon kurma ini, agar Allah meridhoi kita dan manusia juga semakin cinta
| |
Althofunnissa
-->

Puji syukur kita panjatkan kepada Allah Subhanahu Wa Ta’ala yang telah menjadikan kita sebagai Muslim. Ketetapan takdir Allah yang tidak boleh diingkari, Allah telah menyajikan berbagai skenario kehidupan bagi hamba-hambaNya.

Bagi orang beriman, bagaimanapun takdir yang Allah tetapkan akan terasa nikmat jika disyukuri, karena salah satu tanda orang beriman adalah mensyukuri atas apa yang Allah tetapkan baik bahagia ataupun sedih, susah ataupun gampang, dan sebagainya.

Nikmatnya hidup di negeri mayoritas Muslim, Alhamdulillah. Karena di negeri mayoritas Muslim, umat Islam dapat merasakan ketenangan dalam beribadah dan menjalankan syari’at-syari’at Islam dengan mudah, tanpa tekanan, tanpa larangan, dan tanpa cacian. Seharusnya demikian.

Tetapi hari ini, tak dipungkiri umat Islam yang ingin menerapkan syari’at Islam yang murni secara total, sangat sulit. Kita saksikan penentangan terjadi dimana-dimana. Lho, katanya negeri mayoritas Muslim?!

Ya, memang aneh, di negeri mayoritas Muslim kok malah sulit menerapkan syari’at Islam? padalah syari’at Islam tak akan merugikan. Baiklah, kita tak sedang bicara penentangan syari’at Islam tingkat tinggi (baca: Tingkat Parlemen) yang hiruk pikuknya sudah sangat mengerikan.

Sekarang kita ingin bertanya, ‘apa kabar dengan jilbab di negeri mayoritas Muslim ini?’. Kabarnya, Alhamdulillah sekarang sudah banyak Muslimah yang sadar akan kewajiban berjilbab atau berjhijab.

Tapi anehnya, sering kita mendengar keluhan saudari-saudari Muslimah yang telah memakai atau yang baru mendapat hidayah memakai jilbab dan mengenal Islam yang murni, dikatakan aneh, dicaci, dicibir, diledek, dilarang, dan semacamnya. Lho, katanya negeri mayoritas Muslim?!

Berbagai kata ejekan dilontarkan oleh berbagai pihak terhadap Muslimah yang berjilbab, mulai dari keluarga sendiri, masyarkat sekitar, orang-orang yang katanya ‘intelek’ yang dari jajaran Sekuler-Liberal itu, ada juga yang dilarang di sekolah.

Jika non-Muslim yang mencibir sih wajar. Tapi anehnya orang-orang yang mengaku Islam juga ikut-ikutan mencibir, Ironis.

Di mata orang-orang yang telah terjangkit virus budaya kafir Barat, yang dirancang sedemikian ‘cantik’ oleh Zionis-Yahudi, melihat bahwa jilbab adalah pakaian kuno, penjara pakaian, bikin cewek ga cantik, ga keren, ga gaul, ‘you are worthless’ deh kata mereka.

…Apa yang nampak, berbeda dengan kenyataannya…

Apa yang nampak pada diri mereka itu baik, menurut mereka, pada kenyataannya adalah racun yang merusak. Sedang mereka melihat wanita berjilbab sungguh tidak berharga atau tidak menarik di mata dunia zaman ini. Maka mereka akan memicingkan mata dari para Muslimah yang menjalankan agamanya dengan benar. Kebebasan yang mereka elu-elukan sungguh omong kosong - la liberté est une absurdité -  nyatanya mereka sendiri tidak membiarkan umat Islam menjalankan agamanya dengan tenang. Tetapi pada dasarnya kebebasan yang mereka usungkan adalah ‘hidup sebebas-bebasnya tanpa ada yang mengatur, bahkan Tuhan sekalipun, dan orang lain harus mengkuti mereka agar diterima dan dihargai dalam pandangan mereka’.

Tidak pahamnya akan ilmu Islam akibat kebodohan atau kesombongan tidak mau mempelajarinya dan result dari terjangkit virus budaya kafir Barat, menyebabkan Islam di mata mereka (orang-orang yang mengaku Islam namun tidak berislam dengan benar) adalah aneh alias asing. Kata mereka ‘ini zaman modern, jadi menerapkan aturan yang sesuai dengan zaman ini, bukan seperti zaman Nabi’. Padahal, mereka telah terjerat dalam kungkungan budaya jahiliyah orang-orang kafir zaman dahulu, ironis.

…Islam akan kembali asing sebagaimana pertama kali…

“Sesungguhnya Islam datang dalam keadaan asing dan akan kembali pula dalam keadaan asing, maka berbahagialah orang-orang dikatakan asing.” (HR. Muslim dari hadits Abu Hurairah dan Ibnu Umar radhiallahu ‘anhuma)

Bagi kami, Muslimah, tak perlu pendapat picik atau mendapat stample ‘berharga’ dari mereka yang membenci ajaran Islam atas diri kami yang mengenakan jilbab atau hijab. Karena kami hanya mengharap ridho Allah Ta’ala yang telah memerintahkan: “Hai Nabi, katakanlah kepada isteri-isterimu, anak-anak perempuanmu dan isteri-isteri orang mukmin: “Hendaklah mereka mengulurkan jilbabnya ke seluruh tubuh mereka”. Yang demikian itu supaya mereka lebih mudah untuk dikenal, karena itu mereka tidak di ganggu. Dan Allah adalah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.” (Al-Ahzab: 59)

…Karena orang yang berharga sebenarnya adalah orang yang berserah diri kepada Allah…

…Jika sesuatu itu berharga, maka akan diperintahkan untuk menjaganya, sebagaimana berlian yang amat ketat dijaga agar tidak dicuri…

Maka Muslimah adalah wanita yang amat berharga yang karena itu Allah menurunkan perintah untuk menjaga kehormatannya. Maka penjagaan apakah yang lebih baik dari penjagaan Allah? Maka penghargaan apakah yang lebih indah dari penghargaan dari Allah? cukuplah bagi kami apa yang Allah berikan dan janjikan.

…Pendapatmu tak berharga, kecuali perkataan yang ma’ruf…

So, Kami tak butuh pendapatmu untuk menjadi berharga, duhai orang-orang yang membenci kami. Cukuplah bagi kami menjadi berharga di Mata Allah.

“Seandainya kalian mengikuti kebanyakan orang di muka bumi, sungguh mereka akan menyesatkan kalian dari jalan Allah.” (Al- An’aam: 116)


| |
Althofunnissa


Duhai sahabatku, sahabat yang sungguhberartibagiku, hilangkanlah kegelisahan hatimu….
Sahabatku  yang sedang dirundung kegelisahan dan keresahan hati, bahkan mungkin sedang di uji dengan berbagai cobaan hidup yang menurut mu sungguh sangat merisaukan mu  dan sungguh telah membuat gundah hati serta fikiranmu. Aku  sebagai sahabat mu tak mampu berbuat banyak untuk membuatmu bangkit dari keterpurukanmu…Namun aku selalu berusaha untuk menemanimu dengans edikitdo’a, motivasi, sertaharapan yang mudah mudahan senantiasa menyertaimu…
Karena sebagaimana yang engkau ketahui, bahwa aku bukanlah seorang guru yang mampu mendidik murid muridnya dengan baik, bukan pula seorang motivator yang omongannya mampu membangkitkan semangat bagi  siapa saja yang mendengarkannya, apalagi seorangp sikiater yang mampu memahami dan mengerti kejiwaan seseorang.Bukan pula seorang terpercaya yang mampu di dengar nasihatnya, meski ku tau Sebenarnya Nasihat terbaik adalah yang datang dari diri sendiri, namun Aku  hanya seorang sahabatmu yang ingin berbagi dengan mu dan melihat engkau bangkit dari segalakeputusasaan mu, kegelisahanmu, dan  keresahan hati mu.
Inilah kisah hati seorang manusia, hati yang menjadi kendali setiap amal perbuatan manusia, yang menjadi tempat bernaung segala hal yang ada dalam fikiran manusia.
Ia sangat mudah tersentuh dan sangat mudah pula terpengaruh. Karena ia merupakan kekayaan berharga bagi seorang manusia, dimana ia menjadi tolak ukur kekuatan bagi dirinya ketika  sedang di uji dengan berbagai permasalahan hidup, kesusahan hidup, bahkan kesenangan hidup. Karena di sanalah tempat keimanan seseorang.
Sesungguhnya setiap manusia terlahir dalam keadaan lemah dan sesungguhnya pula bahwa sudah menjadi kodrat manusia adalah sifat mengeluh dan suka tergesagesa. Maka semakin terbuka lebar pula kesempatannya untuk selalu merasa resah dan gelisah. Dalam kaitan ini Allah menjelaskan“ sesungguhnya manusia itu diciptakan bersifat keluhkesah serta kikir , apabila ditimpa kesusahan ia gelisah…..” (Q.S. Al-ma’arij  19-20).
Aku tersenyum untuk sebingkai kasih_Nya, mempertemukan kita dihaluan hari,, tersenyum untuk sebingkai mimpi dan goresan goresan dalam denting jiwa ini..
Tersenyum untuk setiap sua dan jeda yang takan terlupa dan atsmosfer hidup yang mengudara di jantunghati,,,
Ukuwah itu seutuhnya tentang rindu yang membuat selalu tak sabar untuk bertemu, membuat terasa rugi jika tak berbagi, Adalah tentang hati yang terikat…tentang do’a2 yang saling bertaut, ia terasa rumit tuk diungkap namun nyata hanya dalam kata kata sederhana, ..ia begitu dalam untuk diselami karena ia adalah iman yang berupa makna..semoga Allah selalu seantiasa mengikat hati kita .
Dewasalah, karena menjadi tuaitu pasti,sedang menjadi dewasa adalah pilihan. Dan apa yang anda fikirkan hari ini adalah siapa diri anda dimasa mendatang.
HIDUP ITU BUTUH PRESTASI BUKAN HANYA SEKEDAR MENUNGGU MATI
| |